Breaking News

sebuah sampel terdiri dari atas 100 kendaraan bermotor masing masing telah dipilih dari populasi kendaraan bermotor yang ada di Bandung dan di Surabaya. di Surabaya ditemukan sebanyak 72 kendaraan yang telah melunasi pajak kendaraan, sedangkan di Bandung hanya terdapat 66 kendaraan saja yang telah melunasi Pajak kendaraan. ujilah perbedaan proporsi kendaraan di dua kota tersebut dengan memakai taraf nyata 0.05

sebuah sampel terdiri dari atas 100 kendaraan bermotor masing masing telah dipilih dari populasi kendaraan bermotor yang ada di Bandung dan di Surabaya. di Surabaya ditemukan sebanyak 72 kendaraan yang telah melunasi pajak kendaraan, sedangkan di Bandung hanya terdapat 66 kendaraan saja yang telah melunasi Pajak kendaraan. ujilah perbedaan proporsi kendaraan di dua kota tersebut dengan memakai taraf nyata 0.05

Mapel Matematika, Jenjang Sekolah Menengah Pertama

Sampel sebanyak 100 kendaraan bermotor, ditemukan 72 kendaraan di Surabaya melunasi pajak kendaraan dan ditemukan 66 kendaraan di Bandung melunasi pajak kendaraan. Maka dari uji beda dua proporsi tidak ada perbedaan pada kendaraan di dua kota tersebut.

Penjelasan dengan langkah-langkah

p₁ = 72 : 100 = 0,72

p₂ = 66 : 100 = 0,66

z = Z₀ . √[p₁(1-p₁) : n₁] + [p₂(1-p₂) : n₂]

z = 1,96 x √[0,72(1 – 0,72) : 100] + [0,66(1 – 0,66) : 100]

z = 1,96 x √0,002 + 0,002

z = 1,96 x √0,004

z = 1,96 x 0,0632

z = 0,12

Statistik hitung z = 0,12 < 1,96 (Berada di penerimaan Ho), Ho diterima pada taraf nyata 0,05 → tidak ada perbedaan pada kendaraan di dua kota tersebut.

Uji beda merupakan uji hipotesis yang menentukan ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara dua kelompok. Ada berbagai tes yang dapat dilakukan pada rata-rata atau proporsi. Uji beda membandingkan perbedaan proporsi antara dua kelompok. Uji beda proporsi digunakan untuk membandingkan perbedaan antara dua kelompok pada variabel dimana data diperoleh dengan menghitung selisih proporsi masing-masing kelompok.

Uji beda dua proporsi merupakan uji hipotesis untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan mean atau proporsi dua kelompok data yang diambil dari dua populasi. Sebuah tes dapat dilakukan untuk melihat apakah perbedaan antara dua proporsi signifikan.

Pelajari lebih lanjut

  • Materi tentang uji proporsi
  • Materi tentang uji beda dua proporsi
  • Materi tentang uji hipotesis

Detail jawaban

Kelas: 11

Mapel: Matematika

Bab: Statistika

Kode: 11.2.7

#AyoBelajar #SPJ2

Pertanyaan Baru di Matematika


135×35:
tulislah kali kali di atas jalan ke bawah

Matematika, Sekolah Menengah Atas


3 1/4 kg – 1.75 kg + 2 1/2 kg = ?​

Matematika, Sekolah Menengah Pertama

Jawaban:

3¼ kg – 1,75 kg + 2 ½ kg = 4kg

Penjelasan dengan langkah-langkah:

Jawaban:

4 kg

Penjelasan dengan langkah-langkah:

3 1/4 kg – 1,75 kg + 2 1/2 kg = ?

(Ubah dahulu semuanya menjadi pecahan)

13/4 kg – 175/100 kg + 5/2 kg = ?

(Samakan semua penyebut nya terlebih dahulu)

325/100 – 175/100 + 250/100 =

150/100 + 250/100 = 400/100

= 4 kg


Data berat badan siswa adalah : 53, 25, 32, 32, 31, 35, 25, 25, 27, 53. Banyak siswa yang mempunyai berat badan terendah dan tertinggi adalah

jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab jawab

Matematika, Sekolah Menengah Pertama

25 : 3 siswa

27 : 1 siswa

31 : 1 siswa

32 : 2 siswa

35 : 1 siswa

53 : 2 siswa

Penjelasan dengan langkah-langkah:

data berat badan siswa:

53,25,32,32,31,35,25,25,27,53.

berat badan │banyak siswa

─────────────

53 │2 siswa

25 │3 siswa

32 │2 siswa

31 │1 siswa

35 │1 siswa

27 │1 siswa

─────────────

bb terendah : 25 kg

bb tertinggi : 53 kg

25 kg(terendah) : 3 siswa

53 kg (tertinggi) : 2 siswa

﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋

::maaf kalo salah^^

::jadikan jawaban terbaik ya


Kuis Jelaskan mengapa rumus menghitung luas segitiga adalah ½ x alas x tinggi​

Matematika, Sekolah Menengah Pertama

Penjelasan dengan langkah-langkah:

  • karena rumus luas segitiga didapatkan dari rumus luas persegi panjang , mengapa?
  • karena jika persegi panjang itu dibelah menjadi 2 maka akan menjadi segitiga
  • jadi rumus luas persegi panjang adalah p × l
  • dan luas segitiga adalah ½ × a × t

koreksi

✨ Penyelesaian Soal ✨

[ Soal ]

Jelaskan mengapa rumus menghitung luas segitiga adalah ½ x alas x tinggi

_________________

☛ Penjelasan Soal

Pengertian

Segitiga adalah Sebuah Bagun Datar Yang Memiliki 3 Sisi + 3 Sudut. Segitiga Terdiri dari Kata “Segi” dan “Tiga” Yang Artinya Memiliki Jumlah segi sebanyak 3.

Rumus

Rumus-rumus Segitiga :

↪ Rumus Luas

Atau :

↪ Rumus Keliling

Penjelasan Mengenai Rumus

1. Keliling

Rumus Keliling Segitiga Adalah a + b + c. Seperti yang Kita Tau, Bahwa Sisi Segitiga Ada 3 Buah. Lalu, Mengapa Rumusnya Bukan a + b + c + d ?

Rumus Keliling Segitiga Bukan a + b + c + d Karena Sisi segitiga Hanya Berjumlah 3 Buah. Maka, Rumusnya adalah [ a + b + c ] Bukan a + b + c + d.

2. Luas

Nah, Ini adalah Penjelasan Berdasarkan Soal. Luas Segitiga adalah ½ × a × t ( atau (( a × t ) ÷ 2 )) Karena Segitiga Merupakan Belahan dari Bangun datar Persegi panjang. ditambah Lagi Segitiga Mempunyai 3 Sisi.

Seperti yang kita Tau, Rumus Luas Persegi Panjang adalah ( p × l ) Dan disini, Adalah rumus ½ Persegi Panjang, Yang kita Sebut Dengan Segitiga. Makanya Rumus mencari Luas segitiga Harus dikalikan ½ atau dibagi 2, Karena Segitiga Merupakan Belahan dari Persegi Panjang.

☛ Kesimpulan

  • Maka, Dapat Kita Simpulkan Bahwa Rumus mencari Luas segitiga Harus dikalikan ½ atau dibagi 2, Karena Segitiga Merupakan Belahan dari Persegi Panjang.

☛ Detail jawaban

  • Kelas : 4/SD
  • Mapel : Matematika
  • Materi : Luas dan Keliling Bangun Datar
  • Kode soal : 2
  • Kode kategorisasi : 4.2.1
  • Kata Kunci : Rumus, Segitiga, Luas, ½

Semoga Bisa Bermanfaat-!

#BrainlyMathematic


Soal :

88 × 91
9¹² ÷ 9¹
8!

otw hapus.​

Matematika, Sekolah Menengah Pertama

Jawaban:

Perkalian:

88 × 91

= terlampir

Bentuk AKAR:

Faktorial:

8!

= 8×7×6×5×4×3×2×1

= 56×30×12×2

= 1.680 × 24

= 40.320

Soal 1

88 × 91

= 8.008

—–

Soal 2

—–

Soal 3

8!

= 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1

= 56 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1

= 336 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1

= 1.680 × 4 × 3 × 2 × 1

= 6.720 × 3 × 2 × 1

= 20.160 × 2 × 1

= 40.320 × 1

= 40.320

—–